Suatu Hari, Anakmu Akan Berhenti Meminta Digendong



Ada satu masa dalam kehidupan seorang anak yang sering kita anggap biasa saja.

Ketika ia berlari kecil menghampiri kita, lalu meminta digendong.

Ketika ia memeluk tanpa alasan.

Ketika ia meminta ditemani tidur.

Ketika ia memanggil, “Ayah…” atau “Ibu…” berkali-kali hanya karena ingin memastikan kita ada di dekatnya.

Saat itu mungkin kita sedang lelah.

Pekerjaan belum selesai. Pikiran sedang penuh. Tubuh ingin beristirahat.

Kadang kita bahkan berkata, “Sebentar ya…”

Tanpa sadar, kita lupa bahwa masa seperti itu tidak akan berlangsung selamanya.

Suatu Hari, Dia Akan Berhenti Meminta Digendong

Suatu hari nanti, tubuh kecil yang dulu selalu ingin berada dalam pelukanmu akan tumbuh menjadi tubuh yang lebih besar.

Tangannya tidak lagi mencari tanganmu setiap kali berjalan.

Kakinya sudah kuat berlari sendiri.

Dan mungkin suatu hari, ketika kamu menawarkan untuk menggendongnya, dia justru berkata:

“Aku sudah besar.”

Saat itulah mungkin kamu akan terdiam.

Bukan karena dia melakukan sesuatu yang salah.

Tetapi karena kamu tiba-tiba sadar bahwa waktu ternyata berjalan begitu cepat.

Dulu, kamu berharap dia cepat besar.

Sekarang, kamu mungkin justru berharap bisa mengulang satu hari ketika dia masih kecil.

Suatu Hari, Dia Tidak Lagi Berlari Memelukmu

Anak-anak memang tumbuh.

Yang hari ini masih berlari memelukmu, beberapa tahun lagi mungkin lebih sibuk dengan teman-temannya.

Yang hari ini selalu ingin duduk di sampingmu, suatu hari mungkin lebih sering berada di kamarnya.

Yang hari ini selalu ingin bercerita tentang hal-hal kecil, suatu hari mungkin hanya menjawab pertanyaanmu dengan singkat.

Bukan berarti dia tidak menyayangimu.

Dia hanya sedang tumbuh.

Dan itu adalah bagian dari kehidupan.

Karena itu, jangan tunggu sampai anakmu besar untuk menyadari betapa berharganya masa kecil mereka.

Nikmati Ketika Mereka Masih Membutuhkanmu

Ketika anakmu meminta digendong, gendonglah jika kamu mampu.

Ketika dia ingin dipeluk, peluklah lebih lama.

Ketika dia ingin bercerita tentang sesuatu yang menurutmu sepele, dengarkan.

Bagi kita mungkin hanya cerita tentang mainan, teman sekolah, gambar, permainan, atau sesuatu yang terjadi beberapa menit yang lalu.

Tetapi bagi seorang anak, itu adalah dunianya.

Dan ketika dia memilih untuk menceritakannya kepadamu, sebenarnya dia sedang berkata:

“Aku ingin berbagi duniaku denganmu.”

Jangan terlalu cepat mengatakan, “Nanti saja.”

Karena suatu hari nanti, mungkin dia benar-benar tidak akan bercerita lagi sebanyak hari ini.

Temani Mereka Bermain

Ada pekerjaan yang bisa ditunda.

Ada pesan yang bisa dibalas nanti.

Ada pekerjaan rumah yang bisa diselesaikan setelahnya.

Tetapi masa kecil anak tidak bisa di-pause.

Ketika mereka mengajak bermain, mungkin kita merasa itu hanya permainan sederhana.

Namun bagi mereka, bermain bersama ayah atau ibu adalah sebuah kenangan.

Mereka mungkin tidak akan mengingat mainan apa yang dimiliki.

Mereka mungkin tidak mengingat berapa harga pakaian yang kita belikan.

Tetapi mereka bisa mengingat bagaimana rasanya ketika orang tuanya duduk di lantai dan bermain bersama mereka.

Mereka bisa mengingat tawa.

Mereka bisa mengingat pelukan.

Mereka bisa mengingat rasa aman.

Dan kenangan seperti itulah yang akan mereka bawa sampai dewasa.

Jangan Hanya Hadir Secara Fisik

Menjadi orang tua bukan hanya tentang berada di rumah.

Kita juga perlu benar-benar hadir.

Saat anak berbicara, letakkan sebentar ponsel.

Lihat matanya.

Dengarkan ceritanya.

Tanyakan bagaimana harinya.

Peluk ketika dia sedih.

Tertawalah ketika dia bahagia.

Karena anak tidak selamanya membutuhkan uang atau benda mahal.

Sering kali, yang paling mereka butuhkan adalah perhatian sederhana dari orang yang mereka cintai.

“Ayah ada di sini.”

“Ibu mendengarkan.”

Kalimat sederhana seperti itu bisa menjadi rasa aman yang sangat besar bagi seorang anak.

Karena Masa Kecil Tidak Bisa Diulang

Waktu tidak pernah berjalan mundur.

Hari ini anakmu mungkin masih kecil.

Besok dia sudah sekolah.

Beberapa tahun kemudian dia mulai memiliki dunia sendiri.

Lalu suatu hari, dia tumbuh dewasa dan mungkin meninggalkan rumah untuk mengejar cita-citanya.

Itulah kehidupan.

Kita tidak bisa menghentikan waktu.

Tetapi kita bisa memilih bagaimana kita mengisi waktu yang diberikan kepada kita.

Jangan sampai suatu hari nanti kita memiliki banyak uang, rumah yang besar, pekerjaan yang sukses, tetapi justru kehilangan kenangan masa kecil anak karena terlalu sibuk mengejar semuanya.

Karena anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna.

Mereka membutuhkan orang tua yang hadir.

Jadi, Selama Hari Itu Belum Tiba...

Nikmati ketika anakmu masih meminta digendong.

Peluk lebih lama.

Dengarkan ceritanya.

Temani bermain.

Bacakan cerita sebelum tidur.

Jawab panggilannya meskipun untuk kesekian kalinya.

Tertawalah bersama mereka.

Simpan foto-foto kecil itu.

Nikmati suara mereka.

Nikmati rumah yang ramai oleh tawa dan tangisan mereka.

Karena suatu hari nanti, rumah mungkin akan terasa lebih sepi.

Anak yang dulu selalu mencari kita mungkin sudah memiliki kehidupannya sendiri.

Dan saat itu tiba, yang tersisa adalah kenangan.

Maka jangan hanya sibuk mempersiapkan masa depan anak.

Nikmati juga masa kecil mereka hari ini.

Sebab masa depan memang penting.

Tetapi masa kecil mereka hanya datang sekali.

Dan ketika waktu itu berlalu, tidak ada uang, kesuksesan, atau kesibukan apa pun yang mampu membelinya kembali.

Suatu hari, anakmu akan berhenti meminta digendong.

Jadi, selama dia masih meminta...

gendonglah.

Selama dia masih ingin dipeluk...

peluklah.

Selama dia masih ingin bercerita...

dengarkanlah.

Karena suatu hari nanti, kamu mungkin akan merindukan semua hal sederhana itu.

Masa kecil tidak bisa diulang. Maka jangan lewatkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel